Wisata Etnografi Makin Mengenal Budaya

Wisata Etnografi Makin Mengenal Budaya

Wisata Etnografi dari Berbagai Negara Ini Bikin Makin Kenal Budaya

Wisata Etnografi Makin Mengenal Budaya – Sudah pernah dengar wisata etnografi, bro? Jenis wisata ini bakal bikin lo lebih mengenal budaya suatu daerah. Wisata etnografi dari berbagai negara di dunia ini bisa menjadi ide traveling lo setelah pandemi usai, bro.

Wisata etnografi adalah wisata yang bikin kamu mengetahui lebih dekat budaya suatu daerah atau suku yang dikemas dengan menampilkan rumah tradisional, kebiasaan atau tradisi, hingga pakaian adat dari daerah atau wilayah tersebut.

Kira-kira seperti apa bentuknya? Biar gak penasaran, yuk simak!

Bukchon Hanok Village 

Suasana ibu kota tidak selalu diramaikan dengan gedung-gedung bertingkat dan wisata modern. Seperti di Seoul, terdapat wisata etnografi yang cukup ramai dan menjadi spot wajib dikunjungi, yaitu Bukchon Hanok Village. Sembari mengenakan hanbok, nikmati suasana Bukchon Hanok Village yang disinggahi oleh Rumah Hanok nan menawan dan bikin kamu betah jalan-jalan di sini.

Desa ini pada zaman dahulu adalah tempat tinggal pejabat dan keluarga kerajaan Dinasti Joseon. Sebab itu, Bukchon Hanok Village berlokasi tak jauh dari Istana Gyeongbokgung dan Istana Changdeok.

Mitai Maori Village

Bentang alam Selandia Baru memang amat indah. Namun jangan habiskan waktumu hanya berkunjung ke destinasi alam saja ya! Mampirlah ke Mitai Maori Village yang terletak di Rotorua. Selama di Mitai Maori Village, dapatkan pengalaman berlibur yang tak terlupakan dengan melakukan beragam atraksi menarik.

Seperti menyaksikan prajurit dengan pakaian tradisional mengayuh sampan prajurit kuno, melihat rumah adat khas Maori, menikmati makanan hangi yang dimasak secara tradisional, menyaksikan tarian poi, ukiran, dan ta moko (seni tato), dan masih banyak lagi keseruan yang tidak boleh terlewatkan.

Studi Mendalam Tentang Suatu Budaya Atau Aspek Budaya

Museum Huta Bolon Simanindo

Pelesiran ke Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, jangan hanya melipir ke Danau Toba saja! Kamu perlu mampir juga ke Museum Huta Bolon Simanindo, wisata etnografi khas Batak. Museum Huta Bolon Simanindo dahulu ialah istana dari Raja Sidauruk, yang kini beralih fungsi menjadi museum sejak tahun 1969. Di sini, setiap pengunjung dapat menyaksikan megahnya kompleks bangunan Rumah Bolon yang masih terjaga kelestariannya.

Tidak hanya itu saja! Di dalam museum, kamu juga dapat melihat beragam koleksi yang dimiliki oleh Raja Sidauruk seperti pakaian adat, alat musik, senjata perang, dan masih ada lainnya yang bikin kamu kenal dekat dengan tradisi dan budaya Batak. Jika beruntung, kamu dapat menyaksikan pertunjukan Pesta Adat Mangalahat Horbo yang diiringi pula oleh tarian adat, seperti dikutip melalui laman midi-property.info.

Alberobello

Alberobello adalah kota unik yang disinggahi oleh trulli. Trulli tak lain adalah nama bangunan tempat tinggal dengan atap kerucut, dengan tembok berasal dari batu kapur. Pada tahun 1996, nama Alberobello masuk ke dalam daftar warisan budaya UNESCO.

Telah ada sejak abad ke-17, wisata etnografi ini sengaja berdiri dengan unik supaya masyarakat Alberobello terhindar dari pemungutan pajak yang mana luas dan tinggi bangunan memiliki nilai pajak yang cukup tinggi pada zaman dahulu.

Trulli identik berwarna putih dengan atap kerucut yang dihiasi simbol fantasi atau keagamaan. Keberadaan trulli di Alberobello makin indah karena adanya kebun zaitun.

Plovdiv Regional Ethnographic Museum

Museum ini didirikan pada tahun 1917 dan menawarkan kegiatan koordinatif, kualifikasi, dan konsultasi ahli untuk semua museum dan koleksi artefak dengan karakter etnografi di wilayah Plovdiv dan sekitarnya.

Bangunan rumah khas Bulgaria, pertanian, kerajinan tangan, tekstil dan pakaian, mebel, alat musik, alat ritual, dan masih banyak koleksi museum yang dapat disaksikan oleh setiap pengunjung.

Wah, semuanya nampak seru untuk dikunjungi ya! Selain unik, mengunjungi wisata etnografi bisa bikin wawasan bertambah sekaligus melestarikan kebudayaan yang telah ada.

Comments are closed.