Susah Sinyal dan Avengers Tayang Tanpa Izin

Susah Sinyal dan Avengers Tayang Tanpa Izin

Susah Sinyal dan Avengers Tayang Tanpa Izin

Susah Sinyal dan Avengers Tayang Tanpa Izin. Menyiasati kerinduan para pencinta film, muncul wacana bioskop drive-in di area parkir. Ini memungkinkan publik menonton tanpa harus berdesakan atau keluar dari mobil. Sejumlah produser termasuk Chand Parwez Servia, menyambut sangat baik inisiatif seperti ini.

Salah satu yang viral di media sosial, bioskop drive-in di Sky Parking District 1, Meikarta, Bekasi. Belakangan ini diketahui, bioskop drive-in ini memutar beragam film dari Avengers, Mission: Impossible, Dilan, hingga Susah Sinyal.

Tak hanya produser film lokal yang bereaksi. Pemegang hak distributor sejumlah film impor menyayangkan hal ini. Pihak PT Omega Film, film Avengers dan Mission: Impossible di Indonesia pun mengaku tidak pernah dimintai izin.

Melalui keterangan pers yang diterima, Chand Parwez membuat pernyataan sikap. Ia tidak tahu menahu dan tidak pernah dimintai izin untuk pemutaran film Susah Sinyal.

“Sama sekali tidak tahu. Kami tidak pernah memberikan izin pemutaran film kami di (bioskop drive-in) Meikarta,” beri tahu Chand Parwez pada Rabu.

Produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat, yang merilis Dilan 1990Dilan 1991, dan Milea: Suara Dari Dilan terkejut mengetahui Dilan tayang di bioskop drive-in. “Tidak pernah ada izin pemutaran. Kami juga kaget,” sesal Ody.

Menjadi masalah, lantaran Chand Parwez dan sejumlah produser menyebut pengembang Meikarta diduga melakukan pelanggaran hak cipta. Produser Starvision, Chand Parwez, yang memproduksi Susah Sinyal, buka suara.

Kapan Sebaiknya Bioskop Dibuka Kembali?

Akun Instagram resmi District 1 Meikarta, unggahan seputar bioskop drive-in telah dihapus. Chand Parwez mengingatkan, para produser dalam negeri sejatinya menyambut baik hadirnya bioskop drive-in sebagai salah satu alternatif hiburan kala pandemi covid-19.

“Prinsipnya sebagai produser kita menyambut baik kehadiran drive-in tapi tentunya dengan prosedur yang harus menghormati Hak Cipta Produser sebagai pemilik IP,” ujar produser Cek Toko Sebelah dan Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan.

Chand Parwez mengingatkan, jika benar pemutaran keempat film dilakukan secara ilegal, maka Meikarta diduga melanggar UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Terutama Pasal 9 huruf h, yaitu terkait komunikasi ciptaan dan izin komersial.

Berdasarkan Pasal 113, pelanggaran tersebut masuk ke dalam ranah pidana. Ancamannya, pidana penjara paling lama tiga tahun dan pidana denda paling banyak 500 juta rupiah. Hingga saat ini, pihak Meikarta belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Pihak manajemen Cinema XXI mengaku masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat mengenai waktu dan tanggal operasional kembali. Dewinta menjelaskan, Cinema XXI juga telah melakukan pembersihan secara berkala pada studio bioskop dengan sesuai standar prosedur (SOP). Pembersihan tersebut dilakukan terhadap 218 lokasi bioskop yang merupakan jaringan Cinema XXI pada 52 kota di seluruh Indonesia.

Cinema XXI juga telah melengkapi protokol kesehatan lainnya dengan mengecek suhu tubuh, menyediakan sabun cuci tangan dan hand sanitizer yang terletak pada wastafel toilet seluruh bioskop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *