Pengetahuan yang wajib dimiliki seorang arsitektur

Pengetahuan yang wajib dimiliki seorang arsitektur

Pengetahuan yang wajib dimiliki seorang arsitektur

Pengetahuan yang wajib dimiliki seorang arsitektur,- Memiliki rumah yang sesuai dengan keinginan kita adalah impian semua orang. Namun apa jadi nya jika kita tidak dapat menerjemahkan wujud rumah impian kita ? Maka dari sinilah kemampuan arsitek di uji.

Dengan keahliannya, seorang arsitek akan mampu memberikan bermacam solusi untuk rencana pembangunan rumah impian Anda. Berapapun bujet dan luas tanah yang Anda miliki, arsitek akan membantu Anda menemukan solusi yang sesuai dengan desain, komposisi, dan fungsi ruang yang Anda inginkan. Setiap arsitek sudah dibekali dengan pengetahuan tentang desain, bangunan, perencanaan perkotaan, dan lain-lain.

Berikut adalah pengetahuan yang harus dimengerti oleh seorang arsitektur :

1. Definisi Arsitek

Yang pertama dan paling umum adalah kamu harus mengerti dahulu apa tugas dari arsitek. Arsitek merupakan seorang profesional yang memenuhi syarat untuk merancang dan memberikan saran estetika, serta teknis pada objek yang dibangun di lanskap publik dan pribadi. Arsitek memiliki imajinasi artistik dan visi kreatif untuk merancang ruang dengan beragam ide dan teknik. Seorang arsitek juga memiliki pengetahuan praktis dan teknis untuk menciptakan ruang yang aman, efisien, berkelanjutan, dan memenuhi kebutuhan ekonomi.

2. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

Menurut E-FIADE, organisasi yang menyatukan arsitek dari seluruh dunia adalah International Union of Architects atau Union internationale des architectes (UIA), yang didirikan di Lausanne (Swiss), pada 28 Juni 1948. Di Indonesia, organisasi yang mewadahi para arsitek adalah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Organisasi ini didirikan secara resmi pada 17 September 1959 di Bandung dan diprakarsai oleh Ir. Soehartono Soesilo dan F. Silaban. Saat ini, IAI memiliki lebih dari 11.000 anggota dan telah resmi menjadi anggota UIA, Architects Regional Council ASIA (ARCASIA), dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi.

3. Undang-Undang Tentang Arsitek

Di Indonesia, UU nomor 6 tahun 2017 tentang arsitek berfungsi sebagai bentuk perlindungan hukum bagi arsitek, pengguna jasa arsitek, hasil karya arsitektur, dan masyarakat. Undang-undang tersebut menjelaskan ruang lingkup kerja arsitek, persyaratan, hubungan dengan masyarakat, pembinaan, dan prosedur praktiknya. Secara singkat, UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang arsitek menjelaskan beberapa hal ini.

  1. Seorang arsitek wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang resmi dan sah keluaran IAI.
  2. Untuk memperoleh STRA, seorang arsitek wajib lulus dari pendidikan arsitektur dan mengikuti magang selama minimal dua tahun.
  3. Seseorang yang baru menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Arsitektur hanya disebut sebagai Sarjana Arsitektur atau Sarjana Teknik Arsitektur.
  4. Untuk memperoleh STRA, seorang arsitek harus melakukan proses registrasi, sertifikasi, dan lisensi.
  5. Jika ada seseorang yang mengaku sebagai arsitek, tetapi tidak mampu menunjukkan sertifikat atau lisensi, ia dapat dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.
  6. Setiap arsitek wajib memiliki 13 butir kompetensi arsitek yang telah dirumuskan oleh IAI.
  7. UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang arsitek dibuat agar profesi arsitek dapat berkembang, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi, sehingga masyarakat Indonesia akan lebih menghargai profesi ini.

4. 10 Keahlian Utama Arsitek

1. Keahlian dalam perancangan arsitektur

Arsitek harus mampu menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi persyaratan teknis dan estetika serta mempertimbangkan pelestarian lingkungan.

2. Pengetahuan tentang arsitektur dan seni

Pengetahuan ini mencakup sejarah dan teori arsitektur, seni, teknologi, dan ilmu-ilmu lainnya. Ilmu arsitektur berkembang dengan cepat dan terbagi dalam beberapa periode, salah satunya adalah arsitektur kontemporer.

3. Pengetahuan tentang perencanaan kota, hubungan bangunan dengan manusia, dan lingkungan

Pengetahuan ini meliputi perencanaan dan perancangan kota, relasi antara manusia dan bangunan, dan relasi antara bangunan dan lingkungan. Pengetahuan ini akan membantu arsitek dalam menghasilkan perancangan yang sesuai dengan lingkungan.

4. Pengetahuan tentang peran arsitek di antara masyarakat

Seorang arsitek perlu memahami perannya di dalam masyarakat, sehingga dapat menghasilkan perancangan bangunan dan penyusunan kerangka acuan kerja yang memperhitungkan faktor sosial.

5. Keahlian dalam mempersiapkan pekerjaan perancangan

Keahlian ini adalah kemampuan arsitek dalam memahami metode penelusuran dan persiapan program rancangan sebuah proyek.

6. Pengetahuan tentang masalah antardisiplin

Selain memahami persiapan pekerjaan perancangan, seorang arsitek perlu memahami permasalahan struktur, konstruksi, dan rekayasa yang berkaitan dengan perancangan bangunan.

7. Pengetahuan tentang fisik dan fisika bangunan

Pengetahuan tentang fisik dan fisika bangunan wajib dimiliki oleh arsitek supaya mampu menghasilkan rancangan yang sesuai dengan kondisi serta dapat memberikan kenyamanan dan perlindungan terhadap iklim setempat.

8. Pengetahuan tentang penerapan batasan anggaran dan peraturan bangunan

Pengetahuan ini diperlukan karena berkaitan dengan regulasi, sehingga rancangan bangunan dapat memenuhi persyaratan, tidak melebihi anggaran, dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

9. Pengetahuan tentang industri konstruksi dalam perencanaan

Pengetahuan ini mencakup industri, organisasi, peraturan, dan tata cara yang berkaitan dengan proses penerjemahan konsep perancangan menjadi bangunan. Seorang arsitek juga perlu memiliki keahlian dalam memadukan penataan denah-denah menjadi sebuah perencanaan menyeluruh.

10. Pengetahuan manajemen proyek

Seorang arsitektur harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen proyek, dan pengendalian biaya pembangunan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *