Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Bagaikan Seni

Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Bagaikan Seni

Luhut Sebut Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Bagaikan Seni

Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Bagaikan Seni – Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan punya filosofi yang unik soal tarik menarik di antara pembukaan sektor ekonomi dan pengetatan kembali protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penanganan COVID-19 ibarat seni. Istilah itu dia pakai mengingat dalam itu, pemerintah harus menyeimbangkan antara sektor kesehatan dan sektor ekonomi.

“Ini seperti seni, gimana kita memelihara keseimbangan antara penanganan COVID-19 dan ekonomi sekaligus menunggu masa kritikal dengan vaksin dan obat,” kata Luhut dalam artikel twohearts-camping.com, Jumat.

Luhut mengaku tidak ada tugas istimewa dari Jokowi untuknya

Luhut juga menyebut tidak ada hal istimewa yang ia lakukan sejak ditunjuk oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menangani kasus COVID-19 di sembilan provinsi. “Tidak ada hal istimewa yang saya lakukan. Saya boleh mengklaim saya manajer yang baik,” katanya.

Ia memaparkan dalam waktu dua pekan ke depan, tugasnya adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat yang lebih cepat untuk melaksanakan protokol kesehatan. Tugas kedua adalah menurunkan penambahan kasus harian.

Selanjutnya tugas ketiga, peningkatan recovery rate. “Keempat, penurunan mortality rate dan kelima penurunan mortality cases,” imbuh Luhut.

Tarik Ulur Antara Pelonggaran Sektor Perekonomian Mesti Seimbang

Menyeimbangkan perekonomian dan kesehatan

Luhut mengakui, ketika pemerintah membuka sektor perekonomian, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia meningkat. Masyarakat yang tidak disiplin dan belum adanya vaksin saat ini membuat pemerintah memberlakukan pengetatan lagi.

“Kita tidak disiplin sehingga angka kematian dan infeksi meningkat. Sekarang kita ketatkan lagi,” ucapnya.

Perintah Presiden untuk Luhut dan Doni Monardo

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk fokus menangani Kasus COVID-19 di sembilan provinsi.

Kesembilan provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua. Jokowi menargetkan kasus COVID-19 menurun dalam waktu dua minggu.

Comments are closed.