Masyarakat Mulai Ramai Kunjungi Obyek Wisata di Jogja

Masyarakat Mulai Ramai Kunjungi Obyek Wisata di Jogja

Masyarakat Mulai Ramai Kunjungi Obyek Wisata di Jogja

Masyarakat Mulai Ramai Kunjungi Obyek Wisata di Jogja –  Obyek wisata yogyakarta kembali dibuka kembali setelah ditutup untuk mencegah penyebaran Corona.

Dengan dibukanya kembali destinasi wisata Malioboro Kota Yogyakarta ini memantik masyarakat untuk berlibur. Bahkan wisatawan luar kotapun kembali berdatangan ke Kota Pelajar ini.

Salah seorang warga Klaten, Amalia mengatakan sejak berangkat dari rumahnya di Cawas, Kabupaten Klaten, wanita 20 tahun ini sudah mengagendakan bakal berkunjung ke 0 Kilometer.

“Tiga bulan rasanya penat di rumah terus. Melihat dari media sosial bahwa Malioboro sudah kembali dibuka, saya sudah berniat main ke sini. Jadi sudah tidak bingung mencari tempat untuk refreshing. Setelah dari Parangtritis saya dan tiga orang lainnya langsung ke Malioboro,” katanya.

Meski mengetahui bakal mendatangi kerumunan, Analia tetap melengkapi diri dengan alat pelindung. Baik menggunakan masker dan menyediakan handsanitazer.

“Memang ada risiko penularan. Tapi saya yakin jika pengunjung disiplin menjaga diri dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 termasuk menjaga jarak, potensi penularannya bisa dihindari,” bebernya lagi.

Peraturan protokol lebih ketat

Pemerintah kota jogja juga memperketat protokol guna mencegah penyebaran virus corona. “kita harap para pengunjung wisata di jogja dapat mengikuti semua peraturtan yang berlaku demi kesehatan bersama.

“Jadi memang berbeda sebelumnya dan lebih ketat. Apalagi saya pernah ditegur karena lupa pakai masker. Jadi pas selesai makan, masker saya lupa dipakai,” sambungnya.

Sejumlah pengunjung mulai memenuhi kawasan Malioboro, terutama di titik Nol Kilometer. Kursi-kursi yang disediakan, dipenuhi warga yang hanya beristirahat dan juga berswafoto.

Tak hanya pengunjung, rombongan pesepeda juga banyak memenuhi jalan sepanjang Malioboro. Pedagang kaki lima dan kios-kios mulai ramai di datangi pembeli.

Selain itu pedagang yang berada di titik nol kilometer juga mulai membuka lapaknya. Namun tidak sebanyak seperti sebelumya

Kepala Satpol PP kota Yogyakarta, Agus Winarto tak menampik jika dibukanya kawasan Malioboro akan menimbulkan penumpukan terutama di titik Nol Kilometer.

Biarpun demikian, dirinya telah menerjunkan petugas untuk mengurai kerumunan masyarakat.

“Artinya pembukaan Malioboro sudah disesuaikan dan ada SOP-nya. Kami tetap mengawal aktivitas masyarakat dan pengunjung di sana,” ujarnya.

“Petugas kami terjunkan dan ketika terjadi kerumunan kami imbau untuk menyebar. Karena dari kerumunan ini potensi penularannya cukup besar,” jelas Agus saat dihubungi.

Pihaknya juga meminta masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol keamanan. Selain itu fasilitas seperti wastafel portable dimanfaatkan sebelum pengunjung masuk ke dalam kawasan Malioboro.

Comments are closed.