Gunung Sinabung Masih Siaga, Warga dilarang Beraktivitas

Gunung Sinabung Masih Siaga, Warga dilarang Beraktivitas

Gunung Sinabung Masih Siaga, Warga dilarang Beraktivitas

Gunung Sinabung Masih Siaga, Warga dilarang Beraktivitas – Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, masih berstatus siaga. Meski erupsi terakhir terjadi kemarin sore, warga tetap diminta untuk tidak beraktivitas di wilayah dengan radius hingga 5 Km.

“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur dan 4 Km untuk sektor timur-utara,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen, Minggu. “Sinabung level III atau siaga,” sambungnya.

Dia juga mengatakan sampai saat ini cuaca di sekitar Gunung Sinabung terpantau mendung dengan suhu 19 derajat celcius. Asap kawah disebut tidak teramati.

“Gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati,” ucapnya.

Dia melanjutkan sudah terjadi dua gempa embusan dan dua gempa vulkanik dalam pada pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Warga diminta memakai masker jika keluar rumah untuk mencegah dampak sisa hujan abu vulkanik yang terjadi kemarin.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” ucapnya.

Sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung terjadi pada Sabtu (8/8). Setidaknya ada dua kali erupsi, yakni pada dini hari dan sore kemarin.

Hujan abu vulkanik juga sempat terjadi di sejumlah wilayah di Karo. Belum ada informasi kerusakan ataupun korban akibat erupsi.

1500 masker dibagikan kepada warga

gunung sinabung siaga level iii 1 500 masker dibagikan kepada warga AWiqx89CQJ - Gunung Sinabung Masih Siaga, Warga dilarang Beraktivitas

Sebanyak 1.500 lembar masker dibagikan pemerintah kepada warga yang beraktivitas di luar rumah, paska erupsi Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Pembagian masker ini ditujukan untuk menghindarkan warga dari dampak buruk abu vulkanik sisa erupsi Gunung Api Sinabung, sekaligus antisipasi penularan virus corona (covid-19).

“Iya sudah kita bagikan sekitar 1.500 masker kepada pengendara motor, mobil, serta masyarakat lainnya yang beraktivitas di luar rumah. Ini untuk mencegah dampak abu vulkanik serta mencegah penularan Covid-19,” ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Peranginangin, Minggu.

Natanail mengatakan pemakaian masker merupakan bagian dari protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat harus mematuhinya.

“Setiap warga yang keluar dari rumah diharuskan menggunakan masker, serta mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Comments are closed.