Di Duga Depresi, Pasien COVID-19 Loncat Dari Gedung

Di Duga Depresi, Pasien COVID-19 Loncat Dari Gedung

Di Duga Depresi, Pasien COVID-19 Loncat Dari Gedung

Di Duga Depresi, Pasien COVID-19 Loncat Dari Gedung – MA (39) yang juga pasien COVID-19 di Kota Medan yang nekat mengakhirkan hidupnya dengan melompat dari lantai 12 gedung Rumah Sakit Royal Prima pada Rabu sore ternyata pernah juga melakukan percobaan bunuh diri

Informasi yang berkembang pasien tersebut diduga depresi nekat meloncat dari jendela lantai 12 ruang isolasi gedung rumah sakit royal Prima.

Petugas Satpol PP menemukan pasien tersebut sudah tergeletak di lantai bawah pada hari rabu pagi sekitar pukul 05.23 WIB.

“Pasien tersebut baru satu hari menjalani perawatan di rumah sakit royal prima. Pagi masuk, malam diisolasi, dan paginya meninggal,”

Selama menjalani perawatan, pasien selalu dipantau sesuai prosedur. Pada Rabu malam pasien sering melepas maskernya beralasan tidak bisa bernafas namun selalu diingatkan oleh perawat.

Pada rabu pagi dua orang perawat meninggalkan ruangan isolasi untuk bergantian.melaksanakan shalat subuh. Saat itu perawat sempat mengecek ke ruang isolasi dan pasien sudah tidak ada di tempat.

“Pasien diduga loncat melalui jendela. Kemungkinan pasien mengalami stess akibat terkena corona,” pungkasnya.

Diduga kuat pasien ini mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya. Dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap, polisi dan tim medis yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP di lantai 6 gedung parkiran rumah sakit, tempat jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Hermindo Tobing menyebutkan, sebelumnya korban yang juga seorang ibu rumah tangga sempat melakukan bunuh diri namun dapat di gagalkan perawat rumah sakit.

“Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman khusus pasien positif COVID 19 di Simalingkar B di Jalan Bunga Bangsa, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan,” kata dia Kamis.

Zenajah korban sedang di tangani oleh pihak rumah sakit. pihak keluarga juga tidak menyangka sanak sodara mereka nekad melakukan itu.

Kalau depresi kita tidak tahu ya, tapi memang korban sempat mengeluh stress karena tidak ingin juga mengalami ini.terang salah satu keluarga korban.

Comments are closed.