Segarnya Aliran Sungai Lamsujen

Segarnya Aliran Sungai Lamsujen

Segarnya Aliran Sungai Lamsujen, Tempat Wisata di Antara Kebun Durian

Segarnya Aliran Sungai Lamsujen – Provinsi Aceh memiliki berbagai destinasi menarik untuk dikunjungi. Berbagai tempat menarik mulai dari pusat kota Banda Aceh hingga ke lintasan barat selatan menyuguhkan panorama indah yang bikin takjub. Asri, sejuk, dan segar. Itulah mungkin ungkapan yang bakal terucap ketika pertama kali menapakkan kaki di tempat wisata Sungai Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Bagaimana tidak, keberadaan tempat wisata ini terbilang tersembunyi, yakni Poker IDNPlay Deposit OVO Terbaru berada di salah satu kaki gunung dari pegunungan bukit barisan yang berdiri di wilayah pantai barat Provinsi Aceh. Selain itu, tempat ini juga diselimuti oleh pepohonan hijau.

Pastinya, kesejukan dan kesegaran dari alam Gampong Lamsujen bakal ditawarkan kepada para pengunjung ketika tiba di lokasi.

Bisa membeli durian milik warga yang baru pulang dari kebun

Keberadaan aliran Sungai Lamsujen terbilang unik. Sungai ini kabarnya membelah kawasan kebun durian milik warga atau bisa dikatakan dipagari oleh pepohonan durian. Waw!!

Bahkan jika beruntung, di tengah perjalanan menuju lokasi wisata Sungai Lamsujen anda bisa bertemu dengan para petani yang baru memanen durian dari kebun. Tentunya, anda bisa langsung menawar untuk membelinya.

Bagi anda yang berkunjung khususnya pecinta buah durian, tentunya kawasan Lamsujen memiliki nilai plus tersendiri. Sebab tak hanya dapat menikmati wisata alamnya, namun juga bisa mencicipi durian yang baru datang dari kebunnya,

Tidak perlu bayar atau masih gratis

Dikarenakan tempat wisata Sungai Lamsujen belum ada pihak pengelolanya, maka bagi anda yang ingin berkunjung tidak akan dikutip biaya ketika masuk ke lokasi.

Bahkan hingga IDN Times berkunjung ke lokasi, bisa dikatakan tempat wisata yang ada di Kecamatan Lhoong ini masih gratis. Wahh enak benar ya!! Udah pemandangannya indah, gratis lagi.

Menikmati kesyahduan suasana alam

Angin semilir menyentuh dedaunan. Sesekali ia juga tampak menggoyangkan dahan-dahan pepohonan. Di sisi lain, air sungai mengalir begitu laju melewati sela bebatuan. Percikan-percikan tercipta. Sementara, kicauan burung, kumbang maupun suara serangga lainnya, sahut-menyahut tiada henti.

Kolaborasi yang luar biasa. Kesyahduan tercipta dari alam yang hanya beraktivitas seperti biasa. Suasana seperti itu akan anda rasakan ketika berada di lokasi wisata Sungai Lamsujen. Hitung-hitung berwisata kemari menjadi penawar bagi anda yang selama enam hari dalam sepekan disibukan dengan dunia kerja.

Masih sangat asri dan belum disentuh oleh tangan pengelola

Sungai Lamsujen memang sudah ada sejak dahulu. Namun untuk dijadikan lokasi atau destinasi wisata untuk liburan, tempat ini terbilang baru. Belum ada tampak sentuhan dari tangan-tangan pengelola wisata.

Hal ini bisa dibuktikan tanpa adanya pondok-pondok maupun tempat khusus untuk pengunjung yang dibuat di lokasi bantaran sungai. Dalam artian, pengunjung harus menyatu dengan alam. Misalnya berteduh di bawah pohon ataupun membawa tikar sendiri bila berada di lokasi.

Waktu tempuh lebih kurang 2 jam dari Kota Banda Aceh

Jika ingin berkunjung ke kawasan wisata Sungai Lamsujen, anda harus menempuh jarak 60 kilometer atau dua jam perjalanan dari pusat Kota Banda Aceh. Adapun rutenya menuju kawasan pantai barat selatan dari Provinsi Aceh.

Jangan takut jenuh selama di perjalanan. Sebab sepanjang jalan menuju lokasi mata anda akan dimanjakan dengan hamparan pantai serta pegunungan yang dimiliki dari alam Kabupaten Aceh Besar.

Tentu, alangkah lebih baiknya bila perjalanan dilakukan dengan mengendarai kendaraan pribadi ataupun menyewanya. Supaya anda bisa lebih santai dan menikmati panorama alam lainnya sebelum tiba di kawasan Sungai Lamsujen.

Meski belum ada pengelola, namun kawasan tempat wisata Sungai Lamsujen harus tetap kita jaga bersama. Bagi anda yang berkunjung ke sana, haru tetaps ingat slogan ini, “Jangan Meninggalkan Sesuatu Kecuali Jejak”.

Ya, jangan meninggalkan sampah dan membuang sampah di sembarangan tempat kecuali jejak kaki kita. Bawahlah sampah dari sisa makanan yang anda bawa. Sebab agar tempat wisata tetap asri, maka kita harus saling mengerti.

Comments are closed.