Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan

Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan

Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan

Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan – Pulau Okinoshima adalah salah satu pulau milik Jepang yang terletak di wilayah Munakata, Prefektur Fukuoka. Pulau ini berlokasi tak jauh dari Semenanjung Korea.

Adapun luasnya adalah sekitar 97 hektar dan jaraknya adalah 600 Km dari Kota Munakata. Sebuah pulau suci di Jepang memiliki peraturan yang begitu ketat. Salah satunya adalah seorang perempuan dilarang memasuki pulau tersebut. – mengacu kepada aspek budaya Jepang.

Mengutip kepercayaan Shinto bahwa darah menstruasi tidak murni, menjadi salah satu teori terkait larangan tersebut. Dan Pulau yang telah dinyatakan sebagai salah satu situs Deposit Club388 via Pulsa warisan dunia oleh UNESCO ini, memiliki banyak hal menarik didalamnya.

Pulau yang hanya dapat dikunjungi hanya setahun sekali

20170716screen shot 2017 07 16 at 34353 pm 1f455fdffd66f5fe6fd04517da9b98dd - Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan

Pada Pulau ini hanya dapat di kunjungi pada tanggal 27 Mei. Kerena tepat pada tanggal 27 Mei, terjadi pertempuran angkatan laut  selama perang Russo-Jepang pada tahun 1904-1905, sehingga untuk menghormati pelaut yang tewas, tanggal 27 Mei dijadikan waktu yang baik bagi pulau untuk dapat dikunjungi.

Pengunjung laki-laki wajib mengikuti ritual suci yang berlaku

japan 4 640x300 fc3634f45df21faff53eaf255e28f8f0 - Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan

Pengunjung lelaki harus mematuhi ritual yang sudah turun-temurun untuk dapat memasuki pulau suci ini, termasuk melepas pakaian mereka dan menjalani pemurnian- mandi telanjang di laut untuk membersihkan diri dari kotoran.

Mengambil benda apapun sebagai ‘souvenir’

328749ea bd2b 478f 9711 5631de1831da 169 a3bb5e6e41eab7a174ea49fce565b607 - Sang Pulau Sakral Okinoshima di Jepang yang Haram Bagi Perempuan

Mereka pun dilarang mengambil apapun sebagai ‘souvenir’ dari pulau tersebut, termasuk benda-benda kecil seperti ranting, kerikil dan rumput, menurut situs web pulau itu.

Tradisi yang berlangsung di Okinoshima telah ada sebelum kepercayaa Shinto ada, tepatnya sejak abad ke-4. Pada masa itu orang-orang di Okinoshima berdoa agar mereka selamat dalam perjalanan mengarungi laut. Namun menurut catatan sejarah, berbagai ritual dan tradisi yang terjadi di Okinoshima tidak pernah di saksikan oleh kaum perempuan.

Hal itu karena Okinoshima di anggap sebagai pulau suci dan sakral sedangkan perempuan bisa bermenstruasi. Jika ada perempuan yang menstruasi, maka ia di anggap menodai kesakralan dari Okinoshima. Alasan lainnya adalah perjalanan menuju pulau tersebut bisa membahayakan bagi kaum wanita, terutama bagi mereka yang tengah hamil.

Comments are closed.