Pemuka Agama Timika Minta Konflik di Intan Jaya Papua Segera Diakhiri

Pemuka Agama Timika Minta Konflik di Intan Jaya Papua Segera Diakhiri

Pemuka Agama Timika Minta Konflik di Intan Jaya Papua Segera Diakhiri

Pemuka Agama Timika Minta Konflik di Intan Jaya Papua Segera Diakhiri – Para pemimpin agama adalah orang-orang yang memimpin sekelompok umat beragama dalam menjalankan kegiatan beribadah atau kegiatan keagamaan yang lain. Menurut Asisten Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan Keamanan Sekda Papua Doren Wakerkwa, untuk meminimalisir terjadinya konflik tersebut.

Pemda setempat dan aparat keamanan perlu melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui tokoh gereja, agama, adat, para kepala suku maupun pemuda. Pemuka agama di Timikia, Papua yang juga menjabat sebagai Administratur Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuayo Pr, meminta seluruh pihak yang terlibat mengakhiri konflik bersenjata yang terjadi di Kabupten Intan Jaya, Provinsi Papua.

“Kami dari gereja mengajak pemerintah dalam hal ini aparat TNI dan Polri maupun pihak TPN-OPN untuk mengambil langkah-langkah berdialog untuk Deposit Club388 via Pulsa mengakhiri konflik di Intan Jaya,” ujar Marthen

1. Marthen khawatir jumlah korban akan terus bertambah

whatsapp image 2019 08 20 at 150647 a36264ef7d8bc722acdf001a6ad1f76f - Pemuka Agama Timika Minta Konflik di Intan Jaya Papua Segera Diakhiri

Pastor Marthen menyebutkan, korban akan terus bertambah jika situasi tidak kunjung membaik. “Kalau situasinya tetap seperti ini, maka sudah pasti korban akan terus berjatuhan dari kedua belah pihak,” ujar Marthen.

Dia khawatir, jika konflik bersenjata antara aparat TNI-Polri dan pihak TPN-OPM tak kunjung berakhir dan terus berkepanjangan, warga masyarakat yang akan menjadi korban.

TPN-OPN di namakan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) oleh Polri dan di sebut Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) oleh TNI.

2. Warga sudah mulai mengungsi untuk mengamankan diri

Marthen berharap, ada pihak netral yang bisa membantu menengahi masalah yang terjadi di Intan Jaya. Bisa jadi dari tokoh masyarakat atau pihak gereja.

Harapan Marthen agar situasi konflik tidak semakin berkepanjangan. Marthen menyebutkan, sejumlah warga sudah mengungsi mengamankan diri.

“Masyarakat mengungsi ke mana-mana, belum lagi nasib anak-anak yang harusnya mereka sekolah untuk membangun masa depan yang lebih baik, sekarang semuanya menjadi tidak jelas,” ujar Marthen.

3. Lebih dari 600 warga mengungsi ke pastoran dan Gereja Katolik

Di lansir ANTARA, laporan Pastor Paroki Bilogai, Intan Jaya, Pastor Yunus Rahangiar Pr, ada lebih dari 600 jiwa warga dari Desa Bilogai, Kumlagupa, dan Puyagiya sudah mengungsi.

Warga di sebut mengungsi ke rumah Pastoran dan Gereja Katolik Bilogai. Warga mengungsi sejak peristiwa penembakan pemilik kios di Sugapa, Ramli, oleh di duga KKB pada Senin (8/2/2021).

Comments are closed.