Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan – Menurut asal kata, mistik berasal dari bahasa Yunani yaitu mystikos yang artinya rahasia (geheim), serba rahasia (geheimzinnig), tersembunyi (verborgen), gelap (donker) atau terselubung dalam kekelaman (in het duister gehuld). Berdasarkan arti tersebut, mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja.

Tari Bedhaya Ketawang  merupakan tari tradisional klasik yang tidak lepas hubungannya dengan kerajaan, istana atau keraton terdahulu. Tari Bedhaya Ketawang  berkembang di daerah Surakarta dan Yogyakarta serta bentuk tariannya sudah ada sejak zaman Mataram Kuno. Tak heran bila terdapat hal-hal mistis saat pertunjukan dimulai seperti berkurang atau bertambahnya jumlah penari, adanya ritual khusus sebelum menarikan tari tersebut, hingga masuknya ruh halus dalam penari. Merinding!

Setiap harinya, tarian yang ditampilkan 9 orang penari ini digelar baik untuk latihan maupun untuk Tingaladalem Jumenengan. Tari Bedhaya Ketawang merupakan salah satu tari keraton yang lahir dan disajikan di keraton dan diperkasai oleh raja Deposit Club388 via Pulsa. Tari ini dianggap memiliki nilai sakral, ghaib, dan dianggap sebagai pusaka kerajaan yang adiluhung. Namun, tari Bedhaya Ketawang juga mempunyai banyak fakta atau keistimewaan yang membuat tari ini berbeda dari tari yang lainnya. Keistimewaan-keistimewaan itu antara lain seperti ulasan berikut.

1. Pelaksanaan hari untuk penyajian tari hanya pada Anggara Kasih

screenshot 128 9f9931f47aaf5570ba8a75ee08d2cd63 0004057d048fa4a21416156ed0a0f105 - Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Anggara Kasih yaitu hari Selasa Kliwon dalam kalender jawa. Tak hanya pagelaran resmi saja, tetapi latihan tarian ini pun juga dilakukan di hari tersebut. Itu artinya, baik latihan atau pagelaran hanya dilakukan dalam 35 hari sekali.

Anggara kasih merupakan hari untuk mewujudkan cinta kasih pada diri sendiri. Untuk itu, kita hendaknya merwat dan membersihkan diri kita dari segala kecemaran. Menurut masyarakat adat jawa, pada saat malam Anggara kasih (malam Selasa Kliwon) orang bersemedi mengumpulkan kesaktian dan kejayaannya, lho. Hingga saat ini, malam Anggara Kasih tetap diwarnai pagelaran tari maupun seni karawitan (gamelan). Mistis banget kan!

2. Penari mengitari Sinuhun

Jalannya penari di waktu keluar hingga masuk ke Dalem Ageng selalu mengitari Sinuhun dengan arah menganan. Dalem Ageng yaitu bagian dalam rumah jawa dan merupakan bagian terpenting dari rumah. Sedangkan Sinuhun berarti baginda atau raja. Harus hafal ya, jangan sampai lupa keluar masuknya!

3. Para penari memakai kostum dodot banguntulak

screenshot 130 9f9931f47aaf5570ba8a75ee08d2cd63 64913812b5c1eef87284c81312523699 - Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Pakaian penari atau kostum yang dikenakan adalah dodot banguntulak yakni kain panjang berwarna dasar biru tua dengan warna putih di tengahnya. Lapisan bawahnya mengunakan kain cindhe kembang berwarna ungu lengkap dengan perhiasannya.

Tata rias mukanya seperti pengantin jawa putri, bersanggul bokor mengkurep, serta perhiasannya yang terdiri dari garudha mungkur, sisir jeram seajar, centhung, cundhuk mentul dan memakai bunga tiba dada pada dada bagian kanan.

4. Bak main film, setiap penari memiliki peran masing-masing

screenshot 136 9f9931f47aaf5570ba8a75ee08d2cd63 3d2fae7b2fcabcdcd91d06cc9f3fe650 - Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Pada tari bedhaya, penari yang berjumlah 9 orang ini memiliki peran masing-masing:

1. Batak

2. Endhel ajeg

3. Endel weton

4. Apit ngarep

5. Apit mburi

6. Apit meneng

7. Gulu

8. Dhadha

9. Boncit

Para penari tersebut akan menari sesuai pola tari Bedhaya Ketawang yang disajikan. Selama menari, pola lantai penari akan berubah-ubah an setiap pola memiliki maka tersendiri. Jadi setiap penari akan berpindah tempat sesuai pola lantainya masing-masing hingga membentuk suatu pertunjukan yang cantik.

5. Tari Bedhaya Ketawang dapat dihubungkan dengan perbintangan

screenshot 138 9f9931f47aaf5570ba8a75ee08d2cd63 00773c3a773236c61d2b411d1303c4e2 - Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Penuh akan filosofis, tari bedhaya juga kerap dikaitkan dengan ras perbintangan. Hal ini dapat dilihat dari cakepan (lirik) yang ditembangkan oleh sindhennya yang berbunyi:

Anglawat akeh rabine susuhunan, nde,

Anglawat kathah garwane, nde,

Sosotya gelaring mega, susuhunan kadi lintang kuasane.

(Dalam perlawatan susuhunan banyak menikah,

Permata yang bertebaran di langit membentang,

Susuhunan yang berkuasa, bak bintang)

6. Instrumen musik pengiringnya sederhana

screenshot 140 9f9931f47aaf5570ba8a75ee08d2cd63 a08380a469d72f8a7a3165ad90a98b85 - Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Karena tari ini termasuk dalam jenis tari tradisional, irama musiknya pun sederhana sehingga hanya mengandalkan suara gerongan pada gamelannya. Suara gerongan inilah yang membuat iringan ini hidup.

Cara membaca lirik atau cakepannya pun berbeda dengan membaca lirik gerongan pada umumnya, karena diulang-ulang dan maju mundur. Pemanjangan suku kata pada jatuhnya lagu sangatlah panjang. Gak heran sih, kalau durasi tarinya juga panjang.

7. Terdapat persyaratan bagi penari yang akan menyajikan Tari Bedhaya Ketawang

screenshot 132 9f9931f47aaf5570ba8a75ee08d2cd63 b08ac0e5109e18d6c84227b6feef096b - Fakta Tari Bedhaya Ketawang yang Dianggap Mistis & Harus Perawan

Tidak sembarang orang bisa menarikan Tari Bedhaya Ketawang. Hal ini karena tari bedhaya adalah tari sakral yang memiliki ketentuan khusus dalam penyajiannya. Syarat-syarat menjadi penari Bedhaya Ketawang di antaranya harus seorang putri yang masih gadis atau perawan, suci lahir batin yang berarti tidak sedang menstruasi, berpuasa beberapa hari menjelang pagelaran, dan bukan putri dari sinuhun (baginda atau raja).

Namun, hal itu terjadi pada zaman dahulu. Seorang putri sinuhun diperbolehkan menari dengan syarat meminta izin kepada Ratu Kidul terlebih dahulu.

Comments are closed.